Skip to main content

Featured

Latif Maulan - An artist on a voyage of self discovery By Gerry Long

Latif Maulan - An artist on a voyage of self discovery 
By Gerry Long


Born in 1974 in the state of Pahang, Malaysia, in the quiet village of Lebu, Latif's early childhood was spent with his family in their bamboo house near a small river. Those early years invoked in him a great love of nature, particularly the Jungle and river where he spent so many happy hours with his family and friends.
It was with the help of two of his sisters that he initially commenced to draw, and not surprisingly his  first drawings reflected his love of the landscape that surrounded him.
He started Primary school in 1981 studying at Skolah Menengah Kebangsaan, Lebu and then continued his education at Skolah Menengah Kebangsaan, Bentong.  Although initially in the Science stream, his keen interest in art soon prompted him to transfer to the Art stream.
He finished high school in 1991, but due to financial constraints, had to forgo further studies at university level. Then followed a somewhat chaotic period…

KEKALAHAN, PUISI OLEH KHALIL GIBRAN, DEFEAT BY KHALIL GIBRAN

DEFEAT By KHALIL GIBRAN, Read By SHANE MORRIS An Inspirational Poem, one of my favourite poem. #Defeat #InspirationalPoem #KhalilGibran .

KEKALAHAN. Puisi oleh Khalil Gibran KEKALAHAN, KEKALAHANKU, Kesendirianku dan kejauhanku, Engkau lebih kusayang, Ku timbang seribu kemenangan, dan lebih manis di hatiku, Ku timbang semua kemegahan ini, KEKALAHAN, KEKALAHANKU, Pengetahuan diriku, dan penentangan diriku, melalui engkau aku tahu, bahawa aku masih muda dan tangkas lagi, dan tidak terperangkap dengan bunga-bunga kemenangan yang mulai layu, dan dalam dirimu aku menjumpai kesendirian, dan kebahagiaan kerana dijauhi dan dihina, KEKALAHAN, KEKALAHANKU Pedang dan Tamingku yang berkilat, di matamu sudah kubaca, bahawa diRajakan adalah diperbudak dan dimengerti adalah dihinakan, dan di pedang itu tidak lain untuk menggapai kepenuhan diri, dan bagaikan buah masak yang segera jatuh dan dimakan, KEKALAHAN, KEKALAHANKU, Temanku yang berani, Engkau akan mendengar lagu-laguku, dan tangisan-tangisan ku, dan kebisu-bisuanku, dan bukan satupun, melainkan engkau akan bicara padaku, tentang kepak-kepak sayap, dan deru laut dan tentang gunung-gunung yang terbakar di malam hari, dan engkau sendiri akan mendaki jiwaku, yang curam dan membatu, KEKALAHAN, KEKALAHANKU, Keberanianku yang tak kenal mati, Engkau dan aku akan tertawa bersama, dan bersama-sama kita kan menggali kuburan, untuk semua yang mati dalam diri kita, Dan kita akan berdiri dalam sinar matahari, dengan satu kehendak dan kita pasti kan jadi berbahaya!


Comments

Popular Posts